Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan

Perbedaan sel hewan dan tumbuhan

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil dari suatu makhluk hidup. Sebagai unit fungsional, di dalam sebuah sel berlangsung berbagai reaksi kimia kehidupan.

Disebut sebagai unit struktural karena sel merupakan bagian komponen penyusun jaringan makhluk hidup. Terdapat pula perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan dalam perkembangannya.

Terdapat beberapa point penting yang menjadi dasar perbedaan antara sel hewan dengan sel tumbuhan. Perbedaan tersebut tampak jelas pada bagian dinding sel, vakuola, plastida, serta sentriolnya. Untuk kamu yang sedang mencari pemahaman terkait sel hewan maupun sel tumbuhan, silakan simak penjelasan berikut.

Tabel Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan

Tujuan dari pembuatan tabel perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan sebenarnya hanya untuk memudahkan kamu supaya lebih cepat memahaminya. Tabel berikut akan memberikan penjelasan secara lengkap mengenai perbedaan yang ada antara sel hewan dan tumbuhan.

[table id=2 /]

[table id=3 /]

[table id=5 /]

Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan Dilihat Dari Organelnya

Umumnya struktur dari sel hewan dengan sel tumbuhan adalah sama, hanya sedikit terdapat perbebedaan dalam perkembangannya. Begitupun dengan jumlah organel yang dimiliki antara sel hewan dengan sel tumbuhan juga berbeda.

Ada beberapa organel sel hewan yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan dan sebaliknya, ada beberapa organel dari sel tumbuhan yang tidak dimiliki oleh sel hewan.

1. Organel-Organel yang Dimiliki Oleh Sel Hewan

a. Sentriol

Sentriol merupakan sepasang struktur yang memiliki bentuk bagaikan silinder yang memiliki lubang tengah. Sentriol tersusun dari protein mikrotubulus, memiliki peran untuk mengatur polaritas pembelahan sel serta pembentukan silia serta flagella dan pemisahan kromosom saat pembelahan.

b. Vakuola

Terkadang vakuola memang dijumpai pada beberapa jenis hewan bersel satu, seperti pada paramecium dan amoeba. Pada paramecium terdapat 2 macam vakuola, seperti:

  • Vakuola kontraktil (vakuola berdenyut) merupakan vakuola yang terdapat pada hewan bersel satu yang hidup di air tawar. Berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik sitoplasma maupun osmoregulator.
  • Vakuola non-kontraktil (vakuola tidak berdenyut) merupakan vakuola yang memiliki peran untuk mencerna makanan sehingga disebut juga vakuola makanan.

2. Organel yang dimiliki oleh sel tumbuhan

a. Dinding sel

Perbedaan sel hewan dan tumbuhan sebenarnya sangat terlihat dari dinding selnya. Dinding sel memiliki fungsi untuk melindungi serta menunjang isi sel karena terletak pada bagian paling luar. Dinding sel tersusun oleh diktiosom dimana bahan penyusun dinding selnya yaitu polisakarida yang terdiri atas selulosa, hemiselulosa, dan pektin.

Dinding sel memiliki sifat kaku serta keras. Untuk jenisnya dinding sel dibedakan menjadi dinding sel primer dan dinding sel sekunder.

b. Plastida

Plastida adalah organel bermembran yang lengkap berupa butir-butir yang mengandung pigmen. Plastida hanya dapat ditemui pada sel tumbuhan dengan bentuk serta fungsi yang beragam. Plastida merupakan hasil perkembangan dari badan kecil (plosplastida) yang banyak ditemui pada daerah meristimatik.

Dalam perkembangannya proplastida merupakan hasil perkembangan dari badan kecil yang berubah menjadi 3 jenis yaitu kloroplas, kromoplas, serta leukoplas.

1) Kloroplas

Kloroplas merupakan organel sel yang memiliki klorofil yang sangat berpengaruh pada proses fotosintesis. Kloroplas terdiri atas membran luar yang memiliki fungsi untuk melewatkan molekul dengan ukuran < 10 kilodalton tanpa adanya selektivitas.

Sedangkan untuk membran dalam memiliki sifat selektif permeabel yang berfungsi untuk menentukan molekul yang keluar masuk dengan transport aktif. Terdapat stroma yang berupa cairan kloroplas untuk menyimpan hasil fotosintesis dalam bentuk amilum dan tilakoid tempat berlangsungnya proses fotosintesis.

Kloroplas sering kali dijumpai pada daun serta organ tumbuhan yang memiliki warna hijau, untuk klorofil sendiri dibedakan menjadi beberapa macam yaitu: klorofil a memberikan warna hijau biru, klorofil b memberikan warna hijau kuning, klorofil c memberikan warna hijau cokelat, dan klorifil d yang memberikan warna hijau merah.

2) Kromoplas

Kromoplas adalah plastida yang memberikan berbagai warna diluar proses fotosintesis (non-fotosintesis), seperti warna kuning, orange, merah, serta yang lainnya. pigmen yang termasuk dari kelompok kromoplas adalah:

  • Fikosantin, memberikan warna biru pada ganggang
  • Xantofil, me,berikan warna kuning pada daun yang sudah tua
  • Fikosiantin, memberikan warna cokelat pada ganggang
  • Karoten, memberikan warna kuning jingga serta merah pada wortel
  • Fikoeritrin, memberikan warna merah pada ganggang.

3) Leukoplas

Leukoplas adalah plastida yang tidak memiliki warna atau mempunyai warna putih. Umumnya dijumpai pada tumbuhan yang tidak terpapar oleh sinar matahari. Terutama pada organ penyimpanan cadangan makanan.

Leukoplas memiliki fungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan dibedakan menjadi 3 macam seperti amiloplas, elaioplas (lipidoplas), dan proteoplas.

Setelah mengetahui perbedaan dari sel hewan dengan sel tumbuhan, sekarang kamu tidak lagi salah dalam menentukan organel apa saja yang terdapat pada sel hewan ataupun tumbuhan. Dan tentunya kamu juga dapat mengetahui ciri khas dari masing-masing sel hewan maupun sel tumbuhan.

Leave a Feedback!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.